“๐๐๐๐ฅ๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐ข๐๐ข๐๐๐ฃ๐๐ช๐ฃ ๐ข๐๐จ๐๐๐ ๐ ๐๐ง๐๐ฃ๐ ๐ผ๐ก๐ก๐๐ ๐ฌ๐๐ก๐๐ช๐ฅ๐ช๐ฃ ๐๐๐ฃ๐ฎ๐ ๐จ๐๐ก๐ช๐๐๐ฃ๐ ๐ฉ๐๐ข๐ฅ๐๐ฉ ๐๐ช๐ง๐ช๐ฃ๐ ๐๐๐ง๐ฉ๐๐ก๐ช๐ง ๐๐ฉ๐๐ช ๐ก๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐ก, ๐ข๐๐ ๐ ๐ผ๐ก๐ก๐๐ ๐๐๐ฃ๐๐ช๐ฃ๐ ๐๐ฃ ๐๐๐๐๐ฃ๐ฎ๐ (๐ง๐ช๐ข๐๐) ๐จ๐๐ฅ๐๐ง๐ฉ๐ ๐๐ฉ๐ช ๐ฅ๐ช๐ก๐ ๐๐ ๐จ๐ช๐ง๐๐.โ (๐๐. ๐๐๐ฃ๐ช ๐๐๐๐๐)
Masjid di pesantren tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat berjamaah lima waktu, tetapi lebih dari itu masjid memiliki peran yang strategis dalam proses pendidikan dan pembelajaran di pesantren. Kyai pimpinan pesantren dapat menyampaikan nasehat-nasehatnya kepada para santri di masjid. Demikian juga para ustadz suyukh (ustadz senior) juga dapat memberikan taushiyahnya kepada para santri di masjid. Yang tidak kalah pentingnya, masjid juga sebagai tempat pembelajaran Alquran bagi para santri, baik belajar membaca secara morattal atau membaca indah dengan lagu.
Masjid juga merupakan tempat latihan imamah (menjadi imam shalat berjamaah) bagi para santri kelas 6, khususnya bagi mereka yang telah lulus seleksi imamah. Adapun santri kelas 6 KMI yang belum lulus seleksi imamah, tidak diperbolehkan menjadi imam shalat berjamaah di masjid pesantren, sampai mereka dinyatakan lulus dalam seleksi imamah tersebut. Dengan pendidikan imamah ini, para santri lulusan KMI AUFIA diharapkan memiliki kemampuan untuk menjadi imam shalat berjamaah dimana pun mereka berada.
Masjid juga merupakan sarana sosialisasi bagi para santri. Pada waktu-waktu senggang, atau pada saat-saat menunggu datangnya waktu shalat berjamaah, sebagian santri memanfaatkan masjid sebagai sarana tukar informasi dan diskusi non formal, ngobrol, bercengkrama memperbincangkan kehidupan mereka di pesantren, dan bahkan kehidupan mereka setelah lulus dari pesantren nanti. Dengan adanya komunikasi semacam ini, akan terbentuklah ukhuwwah yang erat di antara santri, sehingga terjalin kehidupan yang harmonis di antara memreka, baik ketika mereka berada di pesantren, dan bahkan setelah mereka lulus dari pesantren dan kembali ke daerah masing-masing.
Di samping itu, masjid juga berfungsi sebagai sarana menyampaikan berbagai informasi, baik yang dilakukan oleh bagian penerangan organisasi santri, maupun oleh para ustadz pembina. Di masjid, kyai dan para ustadz juga memberikan nasehat, arahan, dan tuntunan agar para santri selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya, dan mengaplikannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, baik selama mereka tinggal di pesantren, maupun nanti setelah mereka menamatkan studinya dari pesantren.
Masjid yang terdapat di Komplek Pesantren AUFIA saat ini sebuah musala kecil dimana masih dalam proses pembangunan untuk memperbaharui dan memperkuat konstruksinya yang sudah mulai lapuk dimakan usia, karena sejak dibangun pertama kali pada tahun 80-an belum pernah direnovasi secara besar-besaran.
Alhamdulillah, Yayasan Pesantren Indonesia Mulya insya Allah akan memulai pembangunan masjid yang diberi nama “Karomatul Aufia” dengan spesifikasi rencana bangunan 2 lantai serta luas 1296 m2 yang terletak di Jalan Bypass Chevron Rumbai Minas Km 10,5 RT04/ RW01, Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.
Insya Allah masjid dan pesantren tersebut akan menjadi tempat ibadah, belajar serta menjadi hunian yang sangat layak bagi anak-anak yatim dhuafa dari berbagai pelosok daerah, yang senantiasa diramaikan dengan lantunan ayat-ayat suci Alquran maupun senandung sholawat dari bibir mungil para kekasih Allah (anak-anak yatim dhu’afa).
Berapapun yang kita wakafkan niscaya menjadi ladang untuk mendulang banyak pahala kebaikan yang akan terus mengalir bahkan saat kita sudah tak lagi ada di dunia ini (wafat).
Mari ikut aktif membantu share/membagikan informasi penggalangan dana ini sebagai amal kebaikan dan niatkan hanya mengharap rida Allah.
INI JENIS WAKAF UANG DAN TATA KELOLANYA, SIMAK YUK!
Wakaf secara harfiah artinya menahan (wakafa). Maksudnya, menahan harta untuk...
Selengkapnya



